
Terkadang, memang kita perlu melihat orang-orang seperti nenek tua tadi. Sebagai pelajaran hidup. Apa yang kita punya sekarang, kelak pada waktunya akan hilang. Wajah yang menawan akan hilang. Badan yang kekar dan bugar, akan mengkeriput dengan berjalannya zaman. Kaki yang tegak berdiri akan lemas tak berarti. Kalau sudah seperti itu, apa yang dapat kita lakukan?
Bukankah kakek kita yang sekarang terbaring lemah dulu orang kekar? Bukankah nenek kita yang sekarang membungkuk dengan tongkat di tangan dulu orang sehat-bugar? Bukankah… ah… Kalau sudah seperti itu, bagaimana kita bisa menikmati hidup?
Menikmati hidup? Ya, menikmati hidup. Tidakkah kau tahu, hidup di dunia bukan untuk dinikmati? Tahukah kau bahwa kehidupan di dunia bukan kehidupan kita? Tahukah kau itu? Lalu untuk apa kita hidup? Untuk apa hidup kita? Entahlah, aku juga sering bahkan selalu mengagnggap bahwa kehidupan di dunia adalah kehidupanku.
Aku lihat badanku. Masih utuh. Anggotanya juga lengkap dan sehat-sehat. Alhamdulillah. Ini semua nikmat Allah swt.. Andai Allah berkehendak, gampang saja menjadikanku lumpuh. Alhamdulillah…. Allah masih memberiku kesehatan. Semuga kita menjadi orang yang pintar bersyukur. Amin…..
Posting Komentar